BANDA ACEH – 2 Juni 2026, STAI Al-Washliyah Banda Aceh dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banda Aceh resmi menjalin kerja sama strategis dengan tujuh lembaga lintas sektor. Prosesi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tersebut berlangsung khidmat bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat sinergi kemitraan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, keagamaan, serta kepedulian sosial di wilayah ibu kota Provinsi Aceh.
Acara penting ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Banda Aceh beserta para kepala dan ketua dari ketujuh lembaga mitra. Adapun ketujuh instansi yang terlibat dalam kesepakatan bersamanya ini meliputi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh, Radio Republik Indonesia (RRI) Banda Aceh, serta UPTD Panti Sosial Anak Terlantar (PSAT) Aneuk Nanggroe Dinas Sosial Aceh.
Selain itu, kerja sama ini juga menggandeng lembaga yang bergerak di bidang rehabilitasi dan pendidikan, yaitu Lembaga Rehabilitasi Napza Yayasan Seuramoe Mulya, Lembaga Rehabilitasi Napza Pintu Hijrah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Washliyah Banda Aceh, serta media nasional Kompas TV. Kehadiran para pimpinan lembaga tersebut menegaskan komitmen bersama untuk saling mendukung program kerja yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kota Banda Aceh menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan terobosan penting untuk memperluas jangkauan layanan Kemenag. Melalui kemitraan dengan Disdukcapil, misalnya, integrasi data kependudukan terkait pernikahan dan status keagamaan akan semakin mudah. Sementara itu, kolaborasi dengan panti sosial dan lembaga rehabilitasi napza diharapkan dapat mengoptimalkan bimbingan mental spiritual serta penyuluhan keagamaan bagi remaja dan masyarakat yang membutuhkan pembinaan khusus.
Di sisi lain, keterlibatan STAI Al-Washliyah Banda Aceh membidik penguatan di sektor pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Tak kalah penting, kehadiran lembaga penyiaran seperti RRI Banda Aceh dan Kompas TV berperan strategis sebagai mitra publikasi. Kedua media ini akan menjadi sarana utama dalam menyebarluaskan informasi edukatif, program keagamaan, serta pesan-pesan perdamaian dan moderasi beragama secara lebih luas dan cepat kepada masyarakat.
Penandatanganan piagam kerja sama ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan diskusi ringan mengenai rencana aksi (action plan) yang akan segera direalisasikan dalam waktu dekat. Semua pihak yang terlibat berharap momentum ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan mampu melahirkan inovasi nyata yang berdampak positif bagi kemajuan pelayanan publik dan kesejahteraan sosial di Kota Banda Aceh.